Secara umum, media merupakan alat untuk menyampaikan informasi
atau pesan dari suatu tempat ke tempat lain. Media digunakan dalam proses
komunikasi, termasuk kegiatan belajar mengajar. Menurut I Wayan Santyasa (2007:
3), proses pembelajaran mengandung lima komponen komunikasi, yakni guru
(komunikator), bahan pembelajaran, media pembelajaran, siswa (komunikan), dan
tujuan pembelajaran. Jadi, media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat
digunakan untuk menyalurkan pesan (bahan pembelajaran), sehingga dapat
merangsang perhatian, minat, pikiran, dan perasaan siswa dalam kegiatan belajar
untuk mencapai tujuan belajar. Media pembelajaran merupakan komponen integral
dari sistem pembelajaran. Artinya, media pembelajaran tidak dapat dipisakan
dari proses pembelajaran. Tanpa media pembelajaran, proses belajar mengajar
tidak dapat terjadi. Setiap proses belajar mengajar memerlukan pemilihan dan
penggunaan paling tidak satu medium untuk menyampaikan pembelajaran.
Oleh karena media pembelajaran memuat informasi yang dapat berupa
pengetahuan maupun menjadi sarana bagi pebelajar untuk melakukan aktivitas
belajar (membaca, mengamati, mencoba, mengerjakan soal, menjawab pertanyaan,
dan lain-lain), maka media pembelajaran erat kaitannya dengan sumber belajar.
Sumber belajar merupakan segala sesuatu yang dapat dimanfaatkan oleh pebelajar
untuk memudahkan proses belajarnya sehingga mencapai tujuan belajarnya secara
efektif dan efisien.
Dari segi kemunculannya, sumber belajar dapat dibedakan menjadi
dua macam, yakni sumber belajar yang sengaja dirancang atau dibuat secara
khusus untuk pembelajaran (learning resources by design) dan sumber belajar
yang tidak dirancang atau dibuat secara khusus untuk pembelajaran namun dapat
dimanfaatkan untuk pembelajaran (learning resources by utilization). Contoh
sumber belajar jenis pertama antara lain: buku, ensilkopedi, kamus,
materi-materi pembelajaran dalam bentuk multimedia (film, video, animasi,
slide, software pembelajaran berbantuan komputer), dan situs-situs e-learning.
Contoh sumber belajar jenis kedua antara lain: alam sekitar, lingkungan fisik,
lingkungan sosial, kehidupan manusia, situs-situs Web. Oleh karena kaitan yang
erat antara media dan sumber belajar, maka keduanya terkadang sulit dibedakan
atau keduanya saling dipertukarkan maknanya. Meskipun demikian, keduanya dapat
dibedakan secara jelas bahwa media adalah "sarana fisik" yang dapat
digunakan untuk menyampaikan "materi pembelajaran".
Media yang dapat dimanfaatkan untuk oleh pebelajar untuk melakukan
aktivitas belajar disebut sumber belajar. Sebaga ilustrasi, sebuah keping CD
(compact disk) merupakan media pembelajaran, namun apabila di dalam CD tersebut
berisi kumpulan artikel atau software pembelajaran yang dapat digunakan oleh
sisiwa untuk belajar, maka CD tersebut merupakan sumber belajar.
Untuk selanjutnya disepakati bahwa yang dimaksud media
pembelajaran, bukan sekedar benda fisik, namun segala sesuatu yang sudah berisi
materi pembelajaran, yang memungkinkan seseorang memanfaatkannya untuk belajar
guna memperoleh pengetahuan, keterampilan, atau perubahan sikap.
Beberapa contoh media pembelajaran termasuk media tradisional
(papan tulis, buku teks, handout, modul, lembar peraga, LKS, objek-objek nyata,
slide OHP, pita video atau film, guru, dll.), media massa (koran, majalah,
radio, televisi, bisokop, dll.), dan media pembelajaran baru berbasis ICT (komputer, CD, DVD, video interaktif,
Internet, sistem multimedia, konferensi video, dll.).
Dilihat dari bentuknya, media pembelajaran dapat dikelompokkan
menjadi:
1. Media Visual: media yang mampu menampilkan informasi dalam
bentuk yang hanya dapat dilihat atau dibaca, misalnya gambar, foto, grafik,
diagram, bagan, poster, kartun, komik, buku, dll.
2. Media Audial: media yang mampu menyajikan informasi dalam
bentuk yang hanya dapat didengar, misalnya radio, tape recorder, laboratorium
bahasa, player MP3, dll.
3. Projected still media: media yang memerlukan proyektor untuk
menampilkan informasi dalam bentuk gambar/tulisan yang tidak bergerak, misalnya
transparansi slide, slide Power Point, micro film, dll.
4. Projected motion media: media yang memerlukan proyektor untuk
menampilkan informasi dalam bentuk gambar/tulisan yang dapat bergerak, misalnya
film, televisi, video (VCD, DVD, VTR), komputer dan sejenisnya.
Sementara suatu media tidak dapat menyampaikan bentuk informasi
tertentu yang diperlukan untuk belajar (misalnya, buku tidak dapat menyampaikan
informasi berbentu suara atau gambar bergerak), ada informasi atau materi
pembelajaran yang dibutuhkan perlu disampaikan melalui sejumlah media
pembelajaran (misalnya suara dapat diperdengarkan melalui pemutar kaset atau
player MP3, video dapat diperlihatkan melalui pemutar video dan televisi atau
komputer. Beberapa media mungkin perlu dipergunakan secara bersamaan dalam
suatu pembelajaran dengan tujuan tertentu. Perkembangan teknologi ICT
memungkinkan pemanfaatan fungsi berbagai media pembelajaran dengan menggunakan
satu alat yang disebut multimedia, yang mampu menyampaikan informasi dan materi
pembelajaran dalam bentuk teks, gambar, suara, animasi, film, bahkan interaksi.
Komputer adalah salah satu alat multimedia, karena komputer mampu menyajikan
informasi dan materi pembelajaran dalam semua bentuk, bahkan dengan komputer
situasi nyata yang memerlukan waktu lama atau sangat mahal dan mengandung
resiko dapat disimulasikan dengan komputer (misalnya proses reaksi kimia,
dampak suatu ledakan nuklir, perjalanan tata surya, dll.). Melalui multimedia,
konsep-konsep abstrak dapat disajikan secara lebih nyata dalam proses pembelajaran
untuk memudahkan (maha)siswa memahaminya.
Berdasarkan kegunaan dan cara pemakaiannya, multimedia
pembelajaran dapat dikelom- pokkan menjadi dua, yakni multimedia presentasi dan
multimedia belajar mandiri.
1. Multimedia Presentasi Pembelajaran: multimedia pembelajaran
yang tidak dapat digunakan untuk belajar secara mandiri oleh (maha)siswa,
melainkan digunakan oleh dosen/guru untuk
membantu penyampaian materi
pembelajaran di kelas. Bentuknya
dapat berupa slide power point yang dilengkapi suara, animasi, video, namun
tidak memungkinkan terjadinya interaksi dengan (maha)siswa karena disajikan
oleh dosen/guru.
2. Multimedia Pembelajaran Mandiri: mutimedia yang berupa software
pembelajaran yang dapat digunakan oleh (maha)siswa untuk belajar secara mandiri
tanpa bantuan/ kehadiran dosen/guru. Biasanya, multimedia demikian selain
menyajikan materi pembelajaran dalam berbagai bentuk juga memungkinkan
pebelajar untuk berinteraksi, misalnya melakukan navigasi ke berbagai
materipembelajaran atau aktivitas belajar seperti membaca, menjawab pertanyaan,
mengerjakan soal, mencoba dan menjalankan simulasi, bahkan melakukan pemecahan
masalah.
Sebagai bagian yang tak terpisahkan dari sistem pembelajaran,
media pembelajaran memiliki beberapa fungsi, di antaranya (I Wayan Santyasa,
2007: 5 – 6) sebagai berikut.
Ø Media pembelajaran dapat melampaui batasan
ruang kelas. Banyak objek yang tidak mungkin dilihat secara langsung di dalam
kelas oleh para peserta didik dikarenakan: lokasi objek sangat jauh, objek terlalu besar,
objek terlalu kecil, objek bergerak terlalu lambat, objek bergerak terlalu cepat, objek terlalu
kompleks, objek mudah rusak, objek bersuara sangat halus, objek berbahaya. Dengan menggunakan media yang
tepat semua objek dengan sifat-sifat tersebut dapat disajikan kepada peserta
didik. Misalnya, video kehidupan satwa liar di hutan Afrika, proses reaktor
nuklir, foto saltelit benda-benda angkasa, foto mikroskup elekron
sel/virus/bakteri, video yang dipercepat proses fotosintesis, video yang
diperlambat proses perjalanan arus listrik di dalam suatu rangakaian, dan
sebagainya.
Ø Media pembelajaran dapat mengatasi keterbatasan
dan perbedaan pengalaman para peserta didik sehingga dapat menghasilkan
keseragaman pengamatan. Jika peserta didik tidak mungkin dibawa
ke objek langsung yang dipelajari, maka objek terebut dapat dibawa ke hadapan
peserta didik. Objek yang dimaksud dapat berbentuk benda nyata, miniatur,
model, maupun rekaman audio visual. Media juga dapat menampilkan benda atau
peristiwa yang terjadi di masa lampau dan sudah tidak ada sekarang, misalnya
dengan gambar/foto, slide, film, video, atau media lain siswa yang mengetahui
dengan jelas benda/peristiwa sejarah. Hal ini dimungkinkan karena sifat
fiksatif media yang dapat menangkap,menimpan, dan menampilkan kembali suatu
objek atau kejadian. Dengan demikian, objek atau kejadian dapat digambar,
dipotret, direkam, atau difilmkan kemudian disimpan dan dapat ditunjukkan
kembali seperti kejadian aslinya dan diamati ketika diperlukan.
Ø Media pembelajaran
dapat menjangkau audien yang besar jumlahnya (kemampuan distributif) dan
memung-kinkan mereka mengamati suatu objek secara bersamaan. Dengan siaran
radio atau televisi ratusan bahkan ribuan (maha)siswa dapat mengikuti
kuliah/pelajaran yang disajikan seorang profesor/guru dalam waktu yang sama.
Demikian juga, melalui e-learning, tidak ada batas jumlah peserta didik dan
waktu untuk mempelajari materi yang sama berkali-kali.
Ø Media pembelajaran yang tepat dapat memberikan
ilustrasi konsep dasar yang benar, konkrit, dan realistis, sehingga
media pembelajaran dapat memberikan pengalaman yang integral/menyeluruh dari
yang konkrit sampai dengan abstrak
Ø Media pembelajaran yang baik juga dapat
merangsang dan membangkitkan motivasi dan minat belajar. Efek audio
visual dalam multimedia dapat memberikan rangsangan yang baik terhadap
pancaindera pebelajar. Demikian permainan (game) komputer biasanya menarik
orang, sehingga penyajian materi pembelajaran dalam bentuk permainan komputer
juga dapat menarik perhatian siswa.
Ø Media pembelajaran interaktif memungkinkan
adanya interaksi langsung antara peserta didik dengan sumber belajar dan
pelaksanaan belajar sesuai dengan kemampuan, minat, dan waktu masing-masing.
Dengan modul atau paket pembelajaran berbantuan komputer,
(maha)siswa dapat belajar sesuai dengan kemampuan, waktu, dan kecepatan
masing-masing. Sifat manipulatif media dapat menampilkan objek atau kejadian
dengan berbagai perubahan (manipulasi) sesuai keperluan atau kreativitas siswa,
misalnya diubah ukuran, kecepatan, warna, serta dapat diulang-ulang.
Sahid. “Pengembangan Pembelajaran Berbasis ICT”.
http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/131930136/Pengembangan%20Media%20Pembelajaran%20Berbasis%20ICT.pdf
(diakses 21 Maret 2014)

komenku untuk artikel ini boleh disamakan di http://adnanmpm.blogspot.com/2014/03/pengertian-ragam-dan-fungsi-media.html
BalasHapus