ICT atau TIK mencakup semua teknologi yang dapat digunakan untuk
menyimpan, mengolah, menampilkan, dan menyampaikan informasi dalam proses
komunikasi. Yang termasuk teknologi ini adalah:
1. Teknologi komputer, baik perangkat keras (hardware) maupun
perangkat lunak (software) pendukungnya. Di dalamnya termasuk prosesor
(pengolah data), media penyimpan data/informasi (hard disk, CD, DVD, flash
disk, memori, kartu memori, dll.), alat perekam (CD Writer, DVD Writer), alat
input (keyboard, mouse, scanner, kamera, dll.), dan alat output (layar monitor,
printer, proyektor LCD, speaker, dll.).
2. Teknologi multimedia, seperti kamera digital, kamera video,
player suara, player video, dll.
3. Teknologi telekomunikasi, telepon, telepon seluler, faksimail.
4. Teknologi jaringan komputer, baik perangkat keras (LAN,
Internet, WiFI, dll.), maupun perangkat lunak pendukungnya (aplikasi jaringan)
seperti Web, e-mail, HTML, Java, PHP, aplikasi basis data, dll.
Di kalangan umum, istilah ICT lebih merujuk pada teknologi
komputer. Hal ini tidaklah mengherankan karena komputer pada saat ini selain
berfungsi sebagai alat pengolah data juga dapat berfungsi untuk komunikasi
melalui jaringan komputer (Internet) serta alat multimedia (hiburan). Hampir
semua komponen ICT sekarang ini dapat dipakai secara bersama-sama dengan
komputer. Jadi, untuk saat ini istilah ICT dan komputer hampir dapat disama
artikan jika ditinjau dari fungsinya.
Berbagai upaya telah dilakukan oleh dunia pendidikan untuk
meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya kualitas pembelajaran melalui
pemanfaatan ICT. Selain fungsinya
sebagai alat bantu pemecahan masalah manusia, ICT juga dapat dimanfaatkan untuk
mendukung proses pembelajaran yang dipercaya dapat (Elang Krisnadi, 2009):
1. meningkatkan kualitas pembelajaran
2. memperluas akses terhadap pendidikan dan pembelajaran
3. mengurangi biaya pendidikan
4. menjawab keharusan berpartisipasi dalam ICT, dan
5. mengembangkan keterampilan ICT (ICT skills) yang diperlukan
siswa ketika bekerja dan dalam kehidupannya nanti
Strategi pemanfaatan ICT di dalam pembelajaran mencakup: (1) ICT
sebagai alat bantu atau media pembelajaran, (2) ICT sebagai sarana/tempat
belajar, (3) ICT sebagai sumber belajar, dan (4) ICT sebagai sarana peningkatan
profesionalisme.
1. ICT
sebagai Alat Bantu (Media) Pembelajaran
Pendidikan berbasis ICT telah lama dimulai sejak tahun 1960an
dengan pendidikan berbasis komputer. Seiring dengan perkembangan teori belajar,
semula pemanfaatan komputer dalam pembelajaran menggunakan pendekatan teori
behaviorisme. Komputer lebih banyak digunakan untuk melakukan drill and
practice. Perkembangan selanjutnya dipengaruhi oleh teori belajar
konstruktivisme, komputer dimanfaatkan untuk membantu siswa menemukan dan
merumuskan pengetahuannya melalui interaksi dan eksplorasi sumber-sumber
belajar berbasis ICT. Selain itu, pemanfaatan ICT dalam pembelajaran juga
mendukung teori socio- constructivism, yakni siswa memperoleh pengalaman
belajar secara bersama-sama dengan siswa lain atau melalui interaksi dengan
para pakar dengan media komunikasi berbasis ICT. Perkembangan terkini adalah pemanfaatan ICT
secara terpadu di dalam pembelajaran yang memadukan berbagai keterampilan dan
fungsi ICT di dalam proses belajar mengajar.
Penggunaan ICT sebagai media pembelajaran dapat berbentuk file
slide Power Point, gambar, animasi, video, audio, program CAI (computer aided
instruction), program simulasi, dan lain-lain. Penggunaan media berbasis ICT
memberikan beberapa keuntungan, antara lain:
Ø memvisualisasikan konsep-konsep abstrak,
Ø mempermudah memahami materi-materi yang sulit,
Ø mensimulasikan proses
yang sulit dilakukan secara manual
Ø menampilkan materi pembelajaran dalam berbagai
format (multimedia) sehingga menjadi lebih menarik, dan terbaru (up to date)
dari berbagai sumber,
Ø memungkinkan terjadinya interaksi antara
pebelajar dan materi pembelajaran,
Ø mengakomodir perbedaan kecepatan dan gaya
belajar siswa,
Ø mengatasi keterbatasan ruang, waktu, dan
tenaga,
Ø mendukung perubahan peran guru ke arah yang
positif sebagai fasilitator dan mediator, dari posisi semula sebagai satu-satunya
sumber pengetahuan,
Ø meningkatkan keterampilan individu penggunanya.
Penggunaan media harus didasarkan pada pertimbangan bahwa media
tersebut dapat memfasilitasi terjadinya proses belajar atau meningkatkan
pemahaman materi pembelajran. Tabel berikut ini menyajikan berbagai
karakteristik media pembelajran.
Tabel 1 Karakteristik Media
(Newby, Stepich, Lehman, & Russell, 2000 dikutip dalam Craig L.
Scanlan, tt)
2. ICT
sebagai Sarana/Tempat Belajar
Di era teknologi informasi dan komunikasi sekarang ini, kegiatan
belajar tidak hanya dapat dilakukan di dalam kelas atau perpustakaan. Kemajuan
dunia ICT (khususnya Internet) telah memberikan kemungkinan membuat kelas maya
(virtual class) dalam bentuk e-learning, di mana seorang dosen/guru dapat
mengelola proses pembelajaran dan (maha)siswa dapat melakukan aktivitas belajar
sebagaimana yang dilakukan di dalam kelas. Dengan e-leraning, akativitas
belajar seperti membaca materi pembelajaran, mengerjakan soal-soal dan tugas,
berdiskusi dengan sesama teman maupun dosen/guru, melakukan ekperimen semua
dalam bentuk simulasi,dan lain-lain.
Beberapa perguruan tinggi di Indonesia sudah mulai menggunakan
e-learning sebagai komponen pendukung kegiatan belajar mengajar di kelas nyata
(blended learning). Melalui fasilitas e-learning, dosen dapat menyajikan
materi-materi pembelajaran, menyediakan sumber-sumber belajar eksternal untuk
memperkaya khasanah bacaan mahasiswa, memberikan tugas-tugas kepada mahasiswa
secara online, bahkan menjawab pertanyaan- pertanyaan mahasiswa secara online,
memeriksa jawaban tugas-tugas mahasiswa yang dikirim secara online, maupun
memberikan umpan balik, memeriksa data aktivitas belajar mahasiswa secara
online, bahkan memperoleh skor jawaban mahasiswa secara otomatis untuk
soal-soal seperti pilihan ganda, kuis benar salah.
Sekarang sudah tersedia banyak pilihan software aplikasi
e-learning yang dapat dibeli secara komersial (seperti Blackboard) atau diambil
secara gratis dari Internet (misalnya Moodle, Manhattan Virtual Class,
Claroline, Atutor, dll.).
Selain e-learning yang dikembangkan menggunakan software aplikasi
khusus teresbut, beberapa situs Web juga menyediakan fasilitas e-learning yang
dapat diakses oleh umum. Salah satu contoh situs di Indonesia yang menyediakan
fasilitas e-learning adalah situs Edukasi Net (http://e-dukasi.net) yang
menyediakan materi pelajaran sekolah mulai dari SD sampai SLTA (SMU dan SMK)
secara interaktif, meski dengan fasilitas yang terbatas.
3. ICT
sebagai Sumber Belajar
Perkembangan ICT yang pesat tidak hanya dalam bentuk teknologi
saja, namun juga dalam bentuk isi (content). Pada satu sisi para ahli telah
mengembangkan teknologi yang memudahkan para pakar untuk menyajikan dan
menyampaikan pengetahuan, di sisi lain para pakar dalam berbagai bidang sudah
banyak yang menyumbangkan dan menyebarkan pengetahuannya melalui berbagai media
seperti CD, DVD, Internet (Web), baik secara individu maupun secara kolektif.
Beberapa contoh sumber belajar berbasis ICT adalah ensiklopedi
Britanica (dalam bentuk DVD maupun Web), MicrosoftEncarta (dalam bentuk DVD dan
Web), dan ensiklopedi gratis Wikipedia
(www.wikipedia.org) yang berkembang sangat pesat. Wikipedia sekarang juga
tersedia dalam bentuk image ISO yang dapat diunduh dari Internet dan disimpan
ke dalam DVD yang dapat dibuka langsung dari DVD tersebut atau dipasang pada
komputer.
Selain ensilklopedi yang berisi berbagai pengetahuan dalam
berbagai bidang, di Internet juga banyak situs Web, baik yang dikembangkan
secara individu maupun oleh organisasi, yang menyajikan sumber-sumber
pengetahuan dalam bidang tertentu. Sebagai contoh, situs Interactive
Mathematics Miscellany and Puzzles from Interactive Mathematics Miscellany and
Puzzles (www.cut-the-knot.org) yang dikembangkan oleh Alexander Bogomolny sejak
1996 menyajikan bahan bacaan dan permainan/teka-teki matematika yang sangat
lengkap. Di Indonesia juga terdapat sekelompok penulis yang membagi-bagi
tulisannya dalam bidang komputer melalui situs Ilmu Komputer
(www.ilmukomputer.com). Situa tersebut memuat bergai tulisan tentang dunia
komputer, baik berupa artikel, tutorial, maupun tips-tips yang terkait dengn
dunia komputer atau ICT.
Dengan tersedianya sumber-sumber informasi yang sangat melimpah di
Internet, untuk mempermudah pencarian informasi tertentu yang diiinginkan,
seseorang dapat menggunakan fasilitas mesin pencari (search engine). Salah satu
mesin pencari yang sangat populer sekarang adalah Google (www.google.com).
Selain mendapatkan pengetahuan melalui sumber-sumber belajar yang
siap pakai di Internet, seseorang juga dapat bertanya kepada orang lain,
termasuk para pakar dalam bidang tertentu, melalui e-mail atau forum-forum
diskusi.
4. ICT sebagai Sarana Peningkatan
Profesionalisme
Perkembangan ICT yang ada dewasa ini juga memberikan kemudahan
bagi para dosen dan guru untuk meningkatkan profesionalisme. Selain dengan
meningkatkan keterampilannya dalam menggunakan ICT dan memanfaatkanya untuk
mendukung dan meningkatkan kualitas pembelajaran, para dosen dan guru juga
dapat meningkatkan wawasan dan pengetahuannya, baik pengetahuan bidang ilmunya
yang up todate, pengetahuan tentang teori-teori belajar dan metode pembelajaran
terbaru, hasil-hasil penelitian dalam bidang ilmunya maupun penelitian
pendidikan oleh peneliti lain. Selain itu, dengan memanfaatkan ICT para dosen
dan guru dapat berkomunikasi dengan sejawat maupun pakar untuk berdiskusi
tentang permasalahan-permasalahan pembelajaran yang dihadapinya. Bahkan,
melalui komunikasi semacam ini tidak tertutup kemungkinan terjalin kerja sama
lebih lanjut dalam bentuk penelitian bersama, misalnya, atau mengundang pakar
yang bersagkutan untuk menjadi pembicara dalam seminar atau workshop.
Bagi para dosen dan guru yang selalu ingin meningkatkan diri, ICT
telah memberikan peluang dan kemudahan.
Referensi :
Sahid. “Pengembangan Pembelajaran Berbasis ICT”.
http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/131930136/Pengembangan%20Media%20Pembelajaran%20Berbasis%20ICT.pdf
(diakses 21 Maret 2014)

sama deh dengan komenku di sini http://adnanmpm.blogspot.com/2014/03/pemanfaatan-ict-dalam-pembelajaran.html
BalasHapus