Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

Popular Posts

Popular Posts

Popular Posts

About

Peran, Fungsi dan Manfaat Media Pembelajaran

Rabu, 26 Maret 2014



Peran Media Pembelajaran
 Dalam pendidikan media difungsikan sebagai sarana untuk mencapai tujuan pembelajaran. Karena informasi yang terdapat dalam media harus dapat melibatkan siswa, baik dalam benak atau mental maupun dalam bentuk aktivitas yang nyata, sehingga pembelajaran dapat terjadi. Materi harus dirancang secara lebih sistematis dan psikologis, serta ditinjau dari segi prinsip – prinsip belajar agar dapat menyiapkan instruksi belajar yang efektif. Disamping menyenangkan, media pembelajaran harus dapat memberikan pengalaman yang menyenangkan dan memenuhi kebutuhan individu siswa, karena setiap siswa memiliki kemampuan yang berbeda.
Kemp dan Dayton(1985 : 3-4) mengemukakan beberapa hasil penelitian yang menunjukkan dampak positif dari penggunaan media sebagai bagian integral pembelajaran di kelas, atau sebagai cara utama pembelajaran langsung, sebagai berikut : Penyampaian pelajaran tidak kaku. Pembelajaran bias lebih menarik. Pembelajaran menjadi lebih interaktif dengan diterapkannya teori belajar dan prinsip – prinsip psikologis yang diterima dalam hal partisipasi siswa, umpan balik dan penguatan. Lama waktu pembelajaran yang diperlukan dapat dipersingkat, karena kebanyakan media hanya memerlukan waktu singkat untuk mengantarkan pesan–pesan dan isi pelajaran dalam jumlah yang cukup banyak dan memungkinkan dapat diserap oleh siswa lebih besar. Kualitas hasil belajar dapat ditingkatkan bila integrasi kata dan gambar sebagai media pembelajaran dapat mengkomunikasikan elemen – elemen pengetahuan dengan cara yang terorganisasi dengan baik, spesifik dan jelas. Pembelajaran dapat diberikan kapan dan dimana saja diinginkan atau diperlukan, terutama jika media pembelajaran dirancang untuk penggunaan secara individu.Sikap positif siswa terhadap apa yang mereka pelajari dan terhadap proses belajar dapat ditingkatkan. Peran guru dapat berubah ke arah yang lebih positif.

Pembaharuan  pendidikan dan pengajaran mengalami penyempurnaan baik dari segi kurikulum, metode maupun media pengajaran yang bertujuan membentuk anak didik berkualitas, kreatif dan dapat mengikuti perkembangan ICT.

Oleh sebab itu untuk membantu siswa dan guru agar lebih memahami konsep-konsep fisika dalam kehidupan sehari-hari, maka harus dibuat visualisasi materi melalui mediakomputer yang berbasis ICT. Dengan penggunaan perangkat ICT ini diharapkan dapat membantu memantapkan konsep fisika pada siswa dalam kegiatan belajar mengajar, atau pun sebagai alat bantu pembelajaran siswa di rumah setelah suatu topik diajarkan oleh guru di sekolah.

Pada saat ini komputer sudah sangat memasyarakat dan semua sekolah telah memiliki perangkat komputer, baik digunakan untuk administrasi sekolah maupun untuk media pembelajaran di kelas. Dengan media komputer mempermudah guru dalam mengajarkan materi-materi yang bersifat abstak dan membantu siswa dalam mempelajari materi tersebut.

Penggunaan media komputer dalam proses belajar-mengajar merupakan salah satu alternatif guru untuk menyeragamkan media pengajaran sehingga merangsang siswa dalam berpikir, perhatian, perasaan dan minat siswa untuk memungkinkan terjadinya proses belajar-mengajar yang timbal balik antara guru dan siswa.
Adapun peran media pembelajaran antara lain :
a.       Memperjelas penyajian materi agar tidak hanya bersifat verbal (dalam bentuk kata-kata tertulis atau tulisan)
b.      Mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indera, karena menurut para ahli kemampuan daya serap manusia dalam memahami masalah dengan panca indera yaitu :   1) Telinga (pendengaran)       13 %, 2) Mata (penglihatan) 75 %, 3) Hidung (penciuman)  3  %, 4) Kulit 6  %, 5) Lidah (rasa)  3  %
c.       Penggunaan media secara tepat dan bervariasi dapat  mengatasi sifat pasif  anak didik
d.      Menghindari kesalahpahaman terhadap suatu objek dan konsep
e.       Menghubungkan yang nyata dengan yang tidak nyata.
Kelemahan-kelemahan yang ditemukan antara lain : tayangan terlalu cepat, mata cepat lelah, gambar kurang tajam, waktu yang sedikit. Kelemahan ini diperbaiki dengan pengaturan waktu penanyangan dan pengggunaan penampilan gambar yang lebih baik.

Fungsi Media Pembelajaran
Setelah sebelumnya kita mempelajari pengertian dari Media Pembelajaran. Selanjutnya kita akan mempelajari Fungsi dari Media Pembelajaran.
Menurut Levie dan Lenzs (1982) Mengemukakan ada beberapa fungsi media pembelajaran.
a.       Fungsi Atensi merupakan inti, yaitu menarik dan mengerahkan perhatian siswa untuk berkonsentrasi kepada isi pelajaran yang berkaitan dengan makna visual yang ditampilkan atau yang menyertainya teks materi pelajaran.
b.      Fungsi Afektif dapat menggugah emosi sikap siswa, misalnya informasi yang mneyangkut masalah sosial datau ras.
c.       Fungsi kognitif mempelancar pencapaian tujuan untuk memahami dan mengingat informasi atau pesan yang terkandung dalam gambar.
d.      Fungsi kompensatoris untuk mengekomodasi siswa yang lemah dan lambat menerima dan memahami isi pelajaran yang disajikan dengan teks atau disajikan secara verbal.

Manfaat Media Pembelajaran
Dalam proses pembelajaran matematika penggunaan media pembelajaran mempunyai beberapa manfaat:
Memperjelas penyajian pesan dan ionformasi sehingga dapat memperlancar dan meningkatkan proses dan hasil belajar.
Meningkatkan dan mengarahkan perhatian anak sehingga dapat menimbulkan motivasi belajar, interaksi yang lebih langsung antara siswa dan lingkungannya, dan kemampuan siswa untuk belajar sendiri sesuai dengan kemapuannya.
Mengatasi keterbatasan indera , ruang dan waktu;
1)     Objek yang terlalu besar dapat ditampilkan langsung diruang kelas depat diganti dengan gambar, foto, slide, realita. film, radio atau model.misalnya Untuk menghitung luas sebuah pulau guru dapat menampilkan sebuah peta atau gambar ,tampa harus menghitung objek yang sebenarnya.
2)     Objek yang terlalu kecil .yang tidak tanpak oleh indera dapat disajikan dengan bantuan milroskop, film,slide, atau gambar.
3)     Kejadian atau percobaan yang dapat membahayakan dapat disimulasikan dengan media seperti kioputer, film, dan video.
Memberikan kesamaan pengalaman kepada siswa, tentang peristiwa-peristiwa di lingkungan mereka.

Dapat ditarik kesimpulan bahwa dalam belajar matematika,pengalaman belajar siswa sangatlah penting.pengalaman tersebut akan membentuk pemahaman, apa bila ditunjang dengan alat bantu belajar, agar pemahaman mereka menjadi kongkrit, dengan demikian alat bantu belajar atau media akan berfungsi dengan baik,apa bila media tersebut dapat memberikan pengalaman belajar yang bermakna,mengaktifkan dan menyenangkan siswa.
Referensi :
Mawardi, AD. “Peran Media Pembelajaran”. http://coretanpembelajaranku.blogspot.com/2013/06/peran-media-pembelajaran.html  (diakses tanggal 26 maret 2014)
Asruna, Rita. “Fungsi Media Pembelajaran Matematika.” http://ritaasruna3396gmail.blogspot.com/2010/04/fungsi-media-pembelajaran-matematika.html (diakses tanggal 21 maret 2014)

Klasifikasi Media Pembelajaran Matematika



Di dalam pembelajaran matematika, seorang guru semestinya menggunakan alat peraga. hal ini agar materi yang diberikannya mudah difahami oleh siswa. Untuk itu seorang guru harus mengenal jenis jenis media pembelajaran matematika.

Penggolongan jenis jenis untuk pembelajaran matematika terdiri dari 5 jenis yakni :

a. Media tanpa proyeksi dua dimensi : yakni tipe yang pemakaiannya tanpa proyektor serta cuma punyai dua ukuran saja, yaitu panjang serta lebar. Contoh : papan catat, papan tempel, papan fanel, serta yang lain.

b. Media tanpa proyeksi tiga dimensi, yakni : tipe media yang pemakaiannya tanpa proyektor serta punyai ukuran panjang, lebal tidak tipis, serta tinggi. juga didalam katagori ini contohnya : benda sesungguhnya, boneka, etc.

c. Media audio yakni media yang cuma berikan rangsangan nada saja. media ini pemakaiannya tanpa proyektor, tapi mempunyai alat perlengkapan spesial yang bisa memberikan atau memperkera nada. Tipe media sama dengan ini, umpamanya : radio serta tape recorder.

d. Media dengan proyeksi yakni : media yang pemakaiannya mengfungsikan proyektor, umpamanya : fim, slide, serta film strip.

e. Televisi serta video tape recorder yakni tipe media yang pada prinsipnya sama juga dengan audio tape recorder, serta radio. Perbedaannya andaikan radio cukup hanya dengan pemancar nada saja, namun tv pancarkan nada serta gambar. Video tape recorder yaitu alat buat merekam, menaruh serta menampilkan kembali dengan serempak nada serta gambar dari satu objek. namun apabila tv yaitu sebagai alat untuk lihat gambar serta mendengarkan nada dari jarak jauh.

Pendapat lain dikemukakan oleh Rudy Brets (2004), dalam Sanjaya (2006: 212) (dikutip dari Sundayana, 2013 : 14), yang mengklasifikasikan media menjadi tujuh, yaitu :
a.       Media audio visual gerak, seperti : film bersuara, pita video, film pada televisi, televisi dan animasi
b.      Media audio visual diam, seperti : film rangkai suara, halaman suara dan sound slide
c.       Audio semi gerak seperti : tulisan jauh bersuara
d.      Media visual bergerak, seperti : film bisu
e.       Media visual diam, seperti : halaman cetak, foto, microphone
f.        Media audio, seperti : radio, telepon, pita radio
g.       Media cetak, seperti : buku, modul, bahan ajar mandiri

Penggunaaan alat peraga atau media pembelajaran bertujuan untuk  mengoptimalkan kegunaan seluruh panca indra siswa untuk menambah efektivitas siswa studi dengan langkah mendengar, lihat, meraba, serta menggunakan pikirannya dengan logis serta realistis. Pelajaran bukan hanya sekedar menerawang secara abstrak, namun sebagai sistem empirik yang konkrit dan  realistik dan menjadi sisi  hidup yang tidak mudah dilupakan. Dengan kata lain, tujuan pemakaian alat peraga yaitu untuk mendemonstrasikan rancangan yang abstrak ke didalam wujud visual.


Referensi :
marcoalo, tri. “jenis - jenis media pembelajaran matematika”. http://blogmediapembelajaranguru.blogspot.com/2013/03/jenis-jenis-media-pembelajaran.html (diakses tanggal 21 maret 2014)
Sundayana, Rostina. 2013. Media Pembelajaran Matematika.Bandung. Alfa Beta Bandung

PENGERTIAN MEDIA PEMBELAJARAN MATEMATIKA



Media Pembelajaran dalam Matematika sangat dibutuhkan dalam proses belajar mengajar Matematika, salah satunya adalah untuk mempermudah Pengajar untuk mengajarkan ilmu ke Peserta Belajarnya. Namun, banyak sekali orang yg belum mengetahui pasti pengertian dari media pembelajaran itu sendiri. Nah, disini akan kita ulas mengenai pengertian media pembelajaran matematika.
Kata media sendiri berasal dari bahasa latin dan merupakan bentuk jamak dari kata medium yang secara harfiah berarti perantara atau penyalur. Dengan demikian, media adalah wahana penyalur informasi atau penyalur pesan. Gerlach dan Ely (1971) (dikutip dari Sundayana 2013 : 4 ) menyatakan bahwa media apabila dipahami secara garis besar adalah manusia, materi atau kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan, atau sikap. Dalam pengetahuan ini guru, buku, teks dan lingkungan sekolah merupakan media.
Sementara Gagne dan Brigss (1975) dalam Arsyad (2002) (dikutip dari Sundayana 2013 : 5 ) secara implisit menyatakan bahwa media pembelajaran meliputi alat yang secara fisik digunakan untuk menyampaikan isi materi pengajaran yang antara kain buku, tape recorder, kaset, video kamera, film, slide (gambar bingkai), foto, gambar, grafik, televise dan computer. Dengan kata lain media adalah komponen sumber belajar atau wahana fisik yang mengandung materi instruksional di lingkungan siswa yang dapat merangsang siswa untuk belajar.
Pengertian lain mengenai media adalah sebuah alat yang mempunyai fungsi menyampaikan pesan (Bovee, 1997) (dikutip dari Sundayana 2013 : 6 ) . Media pembelajaran adalah sebuah alat yang berfungsi dan digunakan untuk pesan dalam pembelajaran. Pembelajaran adalah proses komunikasi antar pembelajar, pengajar dan bahan ajar. Dapat dikatakan bahwa bentuk komunikasi tidak akan berjalan tanpa bantuan sarana untuk menyampaikan pesan. Bentuk-bentuk stimulus dapat dipergunakan sebagai media, diantaranya adalah hubungan atau interaksi manusia realitas, gambar bergerak atau tidak, tulisan dan suara yang direkam.
Dari pendapat-pendapat di atas dapat kita simpulkan bahwa media adalah suatu alat penyampai pesan dalam pembelajaran. Yaitu segala bentuk alat yang dapat mempermudah dalam penyampaian pembelajaran. Dan media adalah sumber dari pembelajaran yaitu seperti buku, manusia dan berbagai sarana yang dapat menimbulkan lingkungan yang merangsang siswa untuk belajar.
Jadi media pembelajaran matematika adalah sumber belajar, wahana yang dapat menciptakan lingkungan yang merangsang untuk belajar matematika dan alat penyampai dalam pembelajaran matematika yang dapat mempermudah diterimanya pelajaran matematika oleh siswa.

Referensi :
Sundayana, Rostina. 2013. Media Pembelajaran Matematika.Bandung. Alfa Beta Bandung
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. math is mistery - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Inspired by Sportapolis Shape5.com
Proudly powered by Blogger